9 Maret 2012

Chasing Pavements - Adele


Songwriters: Adkins, Adele; White, Francis Eg;

I've made up my mind, don't need to think it over
If I'm wrong I am right, don't need to look no further
This ain't lust, I know this is love

But if I tell the world, I'll never say enough
'Cause it was not said to you
And that's exactly what I need to do if I'd end up with you

Should I give up or should I just keep chasing pavements
Even if it leads nowhere?
Or would it be a waste even if I knew my place
Should I leave it there?
Should I give up or should I just keep chasing pavements
Even if it leads nowhere?

I build myself up and fly around in circles
Wait then as my heart drops and my back begins to tingle
Finally could this be it?

Should I give up or should I just keep chasing pavements
Even if it leads nowhere?
Or would it be a waste even if I knew my place
Should I leave it there?
Should I give up or should I just keep chasing pavements
Even if it leads nowhere?

Should I give up or should I just keep chasing pavements
Even if it leads nowhere?
Or would it be a waste even if I knew my place
Should I leave it there?
Should I give up or should I just keep on chasing pavements
Should I just keep on chasing pavements?

Should I give up or should I just keep chasing pavements
Even if it leads nowhere?
Or would it be a waste even if I knew my place
Should I leave it there?
Should I give up or should I just keep chasing pavements
Even if it leads nowhere?

16 Desember 2011

Avril Lavigne - Wish You Were Here

i can be tough
I can be strong
But with you, It's not like that at all

Theres a girl who gives a shit
Behind this wall
You just walk through it


[refrain]
And I remember all those crazy thing you said
You left them running through my head
You're always there, you're everywhere
But right now I wish you were here

All those crazy things we did
Didn't think about it just went with it
You're always there, you're everywhere
But right now I wish you were here

[chorus]
Damn, Damn, Damn,
What I'd do to have you
Here, Here, Here
I wish you were here

Damn, Damn, Damn,
What I'd do to have you
Near, Near, Near
I wish you were here.



I love the way you are
It's who I am don't have to try hard
We always say, Say like it is
And the truth is that I really miss



 All those crazy thing you said
You left them running through my head
You're always there, you're everywhere
But right now I wish you were here

All those crazy things we did
Didn't think about it just went with it
You're always there, you're everywhere
But right now I wish you were here

[chorus]
Damn, Damn, Damn,
What I'd do to have you
Here, Here, Here
I wish you were here

Damn, Damn, Damn,
What I'd do to have you
Near, Near, Near
I wish you were here.

[bridge]
No, I don't wanna let go
I just wanna let you know
That I never wanna let go
Let go, Oh, Oh,

No, I don't wanna let go
I just wanna let you know
That I never wanna let go
Let go, Let go, Let go...

 
Damn, Damn, Damn,
What I'd do to have you
Here, Here, Here
I wish you were here

Damn, Damn, Damn,
What I'd do to have you
Near, Near, Near
I wish you were here.

Colbie Caillat - I DO

It's always been about me myself and I
If all relationships were nothing but a waste of time
I never wanted to be anybody's other half
I was happy to say that our love wouldn't last
That was the only way I knew till I met you

You make we wanna say
I do, I do, I do, do do do do do do doo
Yeah, I do, I do, I do, do do do do do do doo
Cause every time before we spend like
Maybe yes and maybe no
I can live without it, I can let it go
Ooh, I did, I get myself into
You make we wanna say I do, I do, I do, I do, I do, I do,

Tell me is it only me
Do you feel the same?
You know me well enough to know that I'm not playing games
I promise I won't turn around and I won't let you down
You can trust and never feel it now
Baby there's nothing, there's nothing we can't get through

So can we say
Colbie Caillat I Do lyrics found on http://www.directlyrics.com/colbie-caillat-i-do-lyrics.html

I do, I do, I do, do do do do do do doo
Oh baby, I do, I do, I do, do do do do do do doo
Cause every time before we spend like
Maybe yes and maybe no
I won't live without it, I won't let it go
Wooh Can I get myself into
You make we wanna say

Me a family, a house a family
Ooh, can we be a family?
And when I'm old and sit next to you.

And when we remember when we said
I do, I do, I do, do do do do do do doo
Oh baby, I do, I do, I do, do do do do do do doo
Cause every time before we spend like
Maybe yes and maybe no
I won't live without it, I won't let it go
Just look at what we got ourselves into
You make we wanna say I do, I do, I do, I do, I do, I do,
Love you

5 Desember 2011

GalauNu

Galau
saya suka galau tapi saya tidak tahu apa itu galau. jadi aku galau. karena aku tidak tahu arti galau. intinya aku galau. sebab saya tidak tahu arti galau. kesimpulannya saya galau. karena saya tidak mengerti galau. mengapa saya galau? karena saya tidak tau galau. pokoknya saya galau. kalau ingin keterangan lebih lanjut hubungi saya dikala galau. karena saya sedang galau. pokokna mah aing galau. hubbub :*

8 November 2011

Nenek Zuma

Hei guys, saya mau bagi-bagi cerita tentang nenek saya tercinta. Beliau bernama Lilis Fajar Herawati, biasa dipanggil Lili (biar keren katanya). Nenek saya ini punya kebiasaan yang luar biasa. Kalau pagi hari nenek saya selalu menyalakan TV dengan volume paling guede, dan acara yang senantiasa nenek saya tonton adalah "MAMAH DAN AA". Setiap ditanya alasannya katanya sekalian syiar agama. biar tetangga saya yang hobinya aneh-aneh sadar. Oh iya nenek saya juga adalah nenek gahol. Itu terbukti dengan hobinya yang gonta-ganti hape. terakhir hapenya X5. Walau cuma bisa online facebook, twitter dan main game. kasian.. Nenek saya juga suka main game di PC. Tau gak apa game kesukaannya? Ya, ZUMA. Apasih ZUMA? ZUMA adalah game tetembakan yang menurut saya tidak menyenangkan. tapi tau gak? nenek saya udah Hatam game itu lebih dari 20x. Walau game ZUMA udah saya uninstall beberapa kali. beberapa kali juga game itu nongkrong di desktop PC saya. Kegilaan nenek saya belum berakhir sampe disitu. sekarang nenek saya juga hobi main ROADRASH dan The Sims. Tau kan kedua game itu? Game ROADRASH mengandung banyak sekali unsur kekerasan yang gak baik buat nenek-nenek usia 3/4 abad. dan The Sims, ya apa alasan nenek saya suka itu? karena rame kalau lagi kebakarannya? Heemeeh..


NANTI SAYA LANJUT LAGI DI NENEK ZUMA SEASON 2.
BYE :*

The Sholehah

Kami bukan geng, tapi The Sholehah

Asal mula terbentuknya The Sholehah. Pada tahun 1623 SM, diadakanlah sebuah kontes untuk masuk menjadi anggota Girl Band dengan tema Islami. Gadis-gadis dari seluruh penjuru dunia berbondong-bondong datang mengikuti audisi. Dari sekian juta peserta, terpilihlah Dyla, Irena, dan Rika. Mereka memiliki watak dan karakter yang berbeda tetapi tetap satu tujuan.

Raden Irena PB.
Gadis kelahiran Zimbabwe 32 November 1600 SM.
Karakternya Uchulldt, Kocak, Cantik, Pintar ngedance, dan Unyu.
Keahliannya selain menyanyi dan ngedance adalah menjadi bank keliling. Dia juga jago dalam berbahasa isyarat Indian, Bahasa Kalbu Cicak, dan Bahasa tubuh cacing kremi.
Gadis ini lulusan Institute Perikanan Kairo (emang aya?)

Dyla A(sensor)
Gadis kelahiran Cina campuran Ciamis ini lahir pada tanggal 1700 SM.
Gadis ini berkarakter Pintar sekali, konon katanya sering diberi makan hu’ut oleh orang tuanya.
Keahliannya selain nyanyi dan ngedance adalah dia dapat mencerna deterjen dan hasilnya adalah pupuk kompos. Dan dia juga menguasai 13 bahasa binatang liar. Mulai dari kecoa sampe bekicot.
Gadis ini lulusan Institute Pembangunan Tembok Cina yang sampe sekarang belum tamat (belum di cat)

Rika S(sensor)i
Gadis ini keturunan India, Belanda, Subang yang lahir pada tanggal 1800 SM tepatnya ia lahir diatas pangkuan gajah thailand.
Karakternya sholehhhhhhaaahhhh banget. Cuco’ deh.
Keahlian Rika selain nyanyi dan ngedance adalah dia bisa mencuci baju hanya dengan menggunakan kekuatan pikirannya. (contoh: “tatap mata saya! Bersih! Bersih! Bersiiihhhh!”)
Gadis ini lulusan Institute Tari Ketek India.
Single Perdana Kami!!!

Croot! Ombeh! Banjuuuuur!
Dan
Gosok gosok mengkilap (amin)

TERIMA KASIH
ATAS PERHATIANNYA
KAMI THE SHOLEHAH MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA!


JANGAN LUPA KETIK: KOMODO KIRIM KE 9818
DIANTOS NYA!!*ting


Karena keterbatasan waktu. Hampura saayana.
wassalam

3 Februari 2011

Depresi Berat akibat UN !

Tahukah? betapa parahnya hidup anak smp tepatnya kelas 9 kalo sudah dihadapkan dengan UN. Tapi untuk sebagian orang, UN hanya sebagai alat ukur kemampuan mereka. Kalo kata aku? UN? Sia-sia aja.. Sekolah selama tiga tahun cuman ditentuin sama UN. Tapi katanya UN buat tahun 2011 ini kelulusannya ditentuin juga sama nilai rapot. Sudah siapkah aku dan kalian buat UN?
Jawabannya adalah, It's up to you.. udah dulu yah, takut keburu bel. Tar kga keburu ke log out.
DADAAAAAAAH ! FOLLOWERS .... :D

29 November 2010

Ulang tahun gua ! My Birthday

Thx ya kawan-kawin, yang udah ngucapin Happy Birthday ke gue....
Walaupun ga ngado, inget juga udah sukur... Nuhun buat Dini, yang ngado Diary Lucu..
Yang laen, khususnya anak 9a mana atuh kadonya ???
Gaapaapa ngado moring atau burger bu sum juga.. yang penting dibungkusin... hahahaha
Makin tuwir yaa gue ! Biarin deh... semoga aja banyak perubahan ke arah yang lebih 'baik' di diri gue,
tambah pinter, baik, sayang teman dan keluarga, suka nolong, banyak yang sayang, dan loba deh . . .
Sekali lagi makasih yaa ucapan + tamparannya !

24 November 2010

Cerpen yang gue buat mendadak !

Pesan Perpisahan dari sahabat
“Deandra…” teriak Naina dari tangga ruangan olahraga. Deandra yang sedang asik memainkan bola basketnya menghentikan permainannya itu, lalu berlari mendekat kearah Naina.
“Ada apa Nai?” tanya Deandra
“Ingat gak kamu?” Naina balik bertanya
“Enggak” jawab Deandra singkat. Itu pertanda Deandra – salah satu dari sahabat Naina yang juga seorang kapten basket lupa bahwa ia ada janji dengan Naina dan Fidya untuk nonton pemutaran perdana Film Harry Potter di Bioskop. Naina sangat kecewa.
“Bukannya kita mau nonton?” kata Fidya seolah menyindir
“Oh iya, aku lupa.. tenang.. aku bawa baju ganti kok” jawab Deandra santai
“Yaudah, kita tunggu didepan ya?” kata Naina sambil melambaikan tangannya dan langsung berjalan keluar ruangan olahraga. Kurang dari 10 menit Deandra telah berganti pakaian dan sepertinya siap untuk pergi dengan Naina dan Fidya.
“Naik taksi saja?” tanya Naina
“Jangan Nai, gengsi.. masa mau nonton naik taksi? kan aku juga bawa mobil” Jawab Deandra seolah menghapus kesalahannya yang telah melupakan janjinya
“Good deh..” Fidya menambahkan sambil mengacungkan dua jempol untuk Deandra
Diperjalanan Fidya, Naina dan Deandra menyanyikan lagu favorit mereka bertiga – Lucky lagu dari Jason Miraz. Persahabatan mereka seolah tidak bisa dipisahkan lagi, mereka sudah bersahabat sejak kelas 1 sekolah dasar. Walaupun hobi dan minat mereka semua berbeda, mereka tidak pernah mempermasalahkannya. 30 menit perjalanan tidak terasa, mereka bertiga sudah sampai di Gedung Bioskop. Tampak antrean panjang diloket, mereka semua pasti penggemar Harry Potter.
***
Dua jam lebih film itu diputar, Fidya, Naina dan Deandra puas bisa menghabiskan akhir minggunya bersama-sama. Apalagi sekarang mereka sudah kelas 9 SMP, mereka sudah sibuk dengan berbagai persiapan untuk Ujian Nasional. Saat mereka bertiga makan-makan di sebuah food court, tiba-tiba saja Naina mimisan. Naina langsung pergi ke wc food court tersebut. Deandra dan Fidya hanya menatap Naina heran.
“Hei.. aku pulang duluan ya? Ada urusan mendadak nih” kata Naina membuat kedua temannya itu kaget. Naina segera mencari taksi dan pergi entah kemana. “Pak, tolong ke Rumah sakit Mitra Kasih”
Sesampainya disana Naina langsung diperiksa oleh seorang dokter. Dokter tersebut menyuntik Naina dan langsung membawa sampel darahnya ke laboratorium, kurang dari 30 menit, Dokter kembali lagi dan langsung berkata.
“Apakah kamu siap?” tanya dokter tersebut
“Siap apa dok?” Naina balik bertanya
“Kamu mengidap kanker darah stadium 3”
Naina tersentak kaget dan lalu termenung. Mungkin ini adalah hari-hari terakhir dalam hidupnya. Lalu Naina mengambil ponselnya dan membuat sebuah pesan untuk Fidya dan Deandra.
Kita adalah teman sejati bukan? Tidak pernah menyakiti satu sama lain dan selalu bersama. Hanya maut yang dapat memisahkan kita.. Love u all
        Pesan singkat tersebut sampai di ponsel Fidya dan Deandra bersamaan. Mereka kaget, kenapa Naina mengirim pesan seperti itu?
***
Sudah dua hari ini Naina menghabiskan jam istirahatnya dengan duduk di taman belakang sekolah. Taman belakang ini tampak sepi, taman yang ditumbuhi berbagai jenis tanaman dan sebuah kolam ikan kecil, ditambah dengan enam buah kursi taman yang dicat putih. Entah mengapa, semenjak Naina divonis mengidap kanker darah, seolah-olah tidak ada lagi gairah untuk hidup. Hari-harinya hanya ia isi dengan termenung dan melamun. Naina sudah pasrah dengan takdirnya. Mungkin ia akan meninggal diusianya yang sangat muda, tanpa pernah melalui masa-masa remaja yang indah karena kini penyakit kankernya semakin parah.
“Naina, ayo ikut aku” teriak Fidya teman baiknya
“Ada apa? Kalau gak penting aku gak mau” jawab Naina
“Eh… kamu gak mau lihat hasil TO kemarin?” Fidya semakin mendekat, lalu menarik tangan Naina dan membawanya ke koridor sekolah – tepat didepan mading perpustakaan. Dengan mengunakan telunjuknya Fidya mencari namanya dan nama Naina dengan hati-hati.
“Waaah… hebat kamu Nai” Fidya menepuk pundak Naina
“Hebat? Emang kenapa” tanya Naina tidak tahu. Tiba-tiba saja kepala Naina pusing bukan main. Seolah seperti ada beban yang amat berat dikepalanya. Naina menjauh dari kerubunan siswa yang sedang melihat hasil TO kemarin. Pandangannya berkunang-kunang, lalu Naina pingsan.
“Kamu tidak lihat?” Fidya balik bertanya, “Hasil TO kamu paling besar Nai.. 37,4” lanjut Fidya.
“Nai, kok kamu gak seneng sih? Nai?” kata Fidya, “Nai… Nai…” masih tidak ada jawaban dari Naina. Fidya membalikan tubuhnya diantara kerubunan siswa. Fidya kaget, temannya Naina tergeletak tak bedaya dilantai koridor. Dengan perasaan khawatir Fidya memapah tubuh Naina dan membawanya ke ruang UKS.
“Ada apa dengan Naina?” tanya Fidya pada Dio – anggota PMR sekolah yang bertugas hari ini.
“Kayanya dia kelelahan, bawa saja dia pulang” usul Dio. Fidya hanya menuruti saja perkataan Dio. Fidya segera berlari ke ruang kelas mereka, membereskan tas Naina dan tasnya. Setelah mendapatkan surat izin dari petugas piket, Fidya dibantu Dio memapah Naina ke Taksi. Suasana di taksi hening tak bersuara. Ketika Fidya memegang dada Naina, tidak ada bunyi detak jantung lagi. Lalu Fidya memegang nadi Naina, tetap tidak berdetak, Fidya merasa sangat tidak berguna, untuk apa ia menjadi sahabat Naina jika tidak bisa menolong Naina? Batinya. Dengan sigap Fidya mencari ponselnya didalam tas selempang miliknya. Lalu menelepon ibunda Naina.
Tuut..tuut..
 “Halo? Tante? Ini aku Fidya.. Naina pingsan dan sekarang saya membawanya ke Rumah Sakit Mitra Kasih” jelas Fidya gelagapan
“Ya Tuhan?” Ibunda Naina kaget bukan main, “Baiklah, tante akan segera menyusul”
        Fidya juga segera mengirim pesan singkat dari ponselnya kepada Deandra.
De, cepat datang ke RS Mitra kasih, Naina kritis. Jantungnya tidak berdetak lagi. Dtng secepatnya kalau kamu sahabatku..!
        Pesan singkat tersebut langsung sampai ke ponsel Deandra. Deandra yang sedang bertanding di Final Basket antar SMP, langsung menyusul ke Rumah sakit Mitra Kasih.
***
Ruang tunggu Rumah Sakit ini dipenuhi orang-orang yang mengharapkan adanya mukzijat dari Tuhan. Sama seperti Fidya dan Ibunda Naina, wajah mereka dipenuhi kegelisahan. Berharap ada kabar baik dari dokter yang mengurusi Naina. Setelah sekitar 30 menit mereka menunggu, seorang dokter keluar dari ruang ICU dengan wajah yang tidak meyakinkan. Jangan-jangan ada yang tidak beres dengan Naina, kata Fidya dalam hati.
“Apa ibu keluarga dari saudara Naina Lestari?” tanya seorang dokter
“Iya.. bagaimana keadaan anak saya dok?” tanya Ibunda Naina gelisah
“Kami telah melakukan yang terbaik, tetapi Tuhan berkehendak lain. Naina telah dipanggil Tuhan, Kanker darahnya sudah tidak bisa tertolong” kata dokter itu sambil membuka maskernya. “Maaf ibu.. ini sudah kehenda Tuhan.. Kami harap ibu dapat menerimanya” dokter itu melanjutkan
Hati Ibunda Naina tersentak keras, dirinya sungguh tidak dapat menerima takdir ini. Ibunda Naina sangat terpukul, karena harus kehilangan anak semata wayangnya yang sangat ia sayangi. Fidya juga tidak kalah kaget, dirinya harus kehilangan sahabat sejatinya. Tiba-tiba datang Deandra. Ia langsung berlari mendekat. Deandra datang diwaktu yang salah, seharusnya dari tadi ia datang. Ia hanya bisa menyaksikan sahabatnya terbujur kaku diatas pembaringan. Fidya dan Deandra jadi ingat pada pesan terakhir yang sampai di ponsel mereka. Bahwa persahabatan mereka hanya bisa dipisahkan dengan maut. Deandra hanya diam membisu. Selamat tinggal Naina, kamu adalah sahabatku.. batin Fidya.